88.4 SUAKA FM PASTI ASYIK... Jl. Sultan Agung No. 68 Lt. 2 Brebes 52212 - Jawa Tengah Indonesia             Phone (0283) 6176424 Fax (0283) 351852             SMS Online 0838616288            Marketing & Sales Dept. 08156559899 & 081390508008                        
Tampilkan postingan dengan label Info Brebes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Brebes. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 April 2013

DPRD PROP JATENG KUNJUNGI PETANI BAWANG MERAH

Brebes - Komisi B DPRD Propinsi Jawa tengah, bersama Dinas Pertanian dan holtikultura, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa tengah, biro bina preoduksi setda, serta biro perekonomian setda Propinsi Jawa tengah Selasa (2/4) kemarin melakukan Kunjungan Kerja Dikabupaten Brebes. Mereka bertemu langsung dengan Petani Bawang Merah guna mengetahui keinginan terkini para petani seusai harga Bawang sempat melonjak tinggi. Wakil Bupati Brebes Narjo yang menyambut secara langsung rombongan mengucapkan selamat datang di Kabupaten Brebes, mudah mudahan dengan kedatangan para Wakil rakyat yang duduk dipropinsi dapat secara langsung mendengarkan keluhan dan keinginan yang sebenarnya para petani Bawang merah yang berada diKabupaten Brebes. Wakil Bupati Brebes Juga Berharap jika nanti pemerintah benar benar akan melakukan penyetabilan harga Bawang merah harus tetap dapat memperhatikan nasib para petani. “ harga bawang jangan terlalu mahal, juga jangan terlalu murah” ujarnya. Sebab jika terlalu mahal kasihan para penggiat usaha yg lain yang juga membutuhkan bawang merah dalam usahanya, kemudian juga jika terlalu murah maka petani sendiri yang harus merugi. Sementara itu Ketua rombongan Ir. H. Wasiman mengatakan kedatanganya kesini bertujuan untuk mendengarkan secara langsung apa yang benar benar diinginkan para petani bawang. Dirinya juga berjanji akan tetap berpihak kepada para petani agar para petani Bawang merah bisa terus sejahtera. Selain itu juga kunjungan kali ini merupakan Monitoring produksi pertanian bawang merah dan cabai yang berada di Kabupaten Brebes. Dalam pertemuan yang diselenggarakan dilapak bawang desa luwung ragi kecamatan bulakamba tersebut dihadiri oleh Gapoktan, HKTI serta para petani Bawang merah dan undangan lainya . Dalam kesempatan tersebut petani menyampaikan segala keluhan dan keinginanya diantaranya, harga setabil bawang merah harus berkisar antara 10.000 s/d 15.000, mohon bantuan dinas terkait untuk membantu memberikan program pemulihan kondisi tanah pertanian yang saat ini telah rusak karena poenggunaan zat kimia yang berlebihan. Serta memohon solusi pengairan yang mampu mengairi persawahan sepanjang musim tanam.

Rabu, 27 Maret 2013

Ditemukan, Distributor Pupuk Tak Sediakan Stok

Brebes - Distributor pupuk CV Budi Kusuma untuk daerah distribusi Losari ditemukan tidak memiliki stok (penyediaan pupuk) untuk dua minggu kedepan. Hal tersebut melanggar Peraturan Menteri Perdagangan RI nomor 17/M-DAG/PER/6/2011 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk bersubsidi untuk Sektor Pertanian. Pelanggaran tersebut ditemukan oleh Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Brebes saat melakukan sidak di sejumlah distributor dan pengecer, Rabu (27/3). “Seharusnya, distributor menyediakan stok minimal untuk dua minggu ke depan.” kata Ketua Pokja KP3 Bambang Yusmanto. Bila tiap distributor perbulan mendapatkan alokasi 225 ton maka digudang minimal harus tersedia 50 ton. Manajer CV Budi Kusuma Ben Hard membenarkan tidak adanya stok di gudangnya. Dia mengakui memiliki 13 ton tapi masih berada di daerah Prupuk. Disamping itu, dirinya melakukan pengosongan stok gudang untuk mengurangi biaya ongkos transport dan kuli angkut. Sedangkan di tingkat pengecer, lanjut Bambang, di Kios Santi Tani di desa Rungkang Losari ijin DO nya sudah kadaluarsa. Juga saat menjual banyak yang tidak menggunakan nota penjualan. Selain itu, terjadi keberatan dari petani bila dipaksa untuk membeli pupuk secara paket. Petani tidak menghendaki adanya pembelian secara kawin, dalam istilah petani. Sehingga ketika membeli urea maka tidak mau di gabungkan dengan pembelian NPK Poska. “Ini berarti, kurangnya sosialisasi dari pihak distributor,” lanjutnya. Bambang menjelaskan, Kebutuhan pupuk di Kabupaten Brebes sangat tinggi dan menempati urutan kedua di bawah Grobogan. Tiap tahun membutuhkan 63 ribu sedangkan alokasi yang disediakan pemerintah hanya 47 ton per tahun. “Untuk mengatasi kelangkaan pupuk, kami secara periodek mengajukan permintaan ke provinsi,” ujarnya. Pupuk yang berubsidi dari pemerintah adalah jenis urea, SP-36, ZA, NPK dan Organik. Tingkat kebutuhan dan alokasi untuk Kabupaten Brebes tahun 2013 adalah Urea sebanyak 47 ribu ton, SP-36 sebanyak 8,76 ribu ton, ZA sebanyak 13,2 ribu ton, NPK sebanyak 15,9 ribu ton dan Organik sebanyak 5 ribu ton. Harga Eceran Tertinggi (HET) ditingkat petani, lanjutnya, untuk pupuk urea Rp 1.800 per Kg, SP-36 Rp 2 ribu per Kg, ZA Rp 1.400 per Kg, NPK Rp 2.300 per Kg dan organik Rp 500 per Kg. Bambang menambahkan, sidak ini dilakukan secara periodek untuk memastikan enam tepat. Yakni tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tempat jumlah, tepat tempat dan tepat harga.

Minggu, 24 Maret 2013

Bupati : Kualitas Hidup Perempuan Fatayat Harus Meningkat

Brebes - Kualitas Hidup Perempuan (KHP) Fatayat harus meningkat seiring dengan perkembangan jaman dan peradaban. Pasalnya bila KHP Fatayat lemah maka akan melahirkan keturunan-keturunan yang lemah pula. Dengan adanya keturunan yang lemah dimungkinkan akan melemahkan kualitas hidup keluarga, masyarakat, bangsa dan agama. Hal tersebut disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE saat mengisi materi pada up grading dan Raker Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Brebes di Obyek Wisata Agro Kaligua Paguyangan Brebes, Sabtu malam (24/3). Peningkatan KHP bisa dilakukan dengan berbagai langkah sesuai dengan bakat dan minat serta kemampuan masing-masing. Dalam artian, berkiprah sesuai dengan bidang tugasnya dengan gigih, menambah ketrampilan dan pantang putus asa. Namun dalam prosesnya harus dilandasi dengan tekad kuat dan tanpa pamrih. “Kita harus khusnudzon pada Allah SWT atas segala sesuatu yang kita ikhtiarkan,” kata Idza yang juga Wakil Ketua PC Fatayat NU Brebes. Up grading dan Raker yang mengambil tema menuju institusi bersistem di bawah pemimpin yang berintegritas dan berkompetensi itu diikuti 73 orang. Mereka terdiri dari pengurus PC Fatayat dan perwakilan PAC di 17 Kecamatan se Kabupaten Brebes. Raker yang berlangsung dua hari itu dibuka Ketua PC NU Brebes H Athoillah Syatori SE MSi. Dalam kata sambutannya, Athoillah meminta kepada Fatayat jangan jengah mengikuti kegiatan disela-sela berbakti kepada suami. Yang pada hakekatnya juga membantu suami dalam peningkatan kualitas hidup keluarga. Selain itu, Pengurus Fatayat yang baru diharapkan bisa mengimplementasikan program-programnya untuk kepentingan umat. Selaku Ketua PC NU,Athoillah juga berterima kasih kepada Bupati yang telah memfasilitasi berbagai kegiatan Nahdlatul Ulama, tak terkecuali Fatayat NU. “Sinergisitas antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah, akan berbuah sinergisitas pembangunan yang maju dan berkesinambungan,” kata Athoillah.

Sabtu, 23 Maret 2013

BUPATI BREBES RESMIKAN SANGGAR SENI KREASI NUSANTARA BREBES

Brebes - Bupati Brebes Hj.Idza Priyanti,SE Sabtu kemarin bertempat di gedung Islamic Center Brebes meresmikan Sanggar Seni Kreasi Nusantara Cabang Brebes didampingi Ketua Sanggar Seni Kreasi Nusantara Jakarta dan Muryoto Hartoyo Seniman Seni Rupa dari Akademi Seni Rupa Jogyakarta . Peresmian ditandai Penandatanganan papan nama oleh Bupati Brebes. Dalam sambutannya Bupati mengatakan " Saya menyambut baik gagasan untuk menggelar workshop,diklat dan juga pelatihan semacam ini karena sudah menjadi kewajiban bagi kita,para pengajar untuk terus meningkatkan mutu sebagai bagian dari tanggungjawab moral juga tanggungjawab profesi pada anak didik kita.Peningkatan mutu para pengajar,para para guru sifatnya wajib.Karena tanpa peningkatan mutu tadi,maka hasil pendidikan kita juga akan stagnan ,tetap ditempat." Bupati juga berpesan kepada para peserta workshop agar selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan,khususnya pendidikan seni rupa sehingga para guru dapat menggali potensi,bakat,dari peserta didiknya dibidang seni rupa(menggambar dan melukis)karena worshop seni rupa ini jarang sekali kita dapatkan. Ketua Panitia Workshop Seni rupa Ahmad Lutfi,S.Pd.I,MM.Pd melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti lebih kurang 400 orang peserta yang terdiri dari guru TK, RA,SD, MI se Kabupaten Brebes.(Radio Suaka FM Brebes )

Kamis, 21 Maret 2013

Bupati Minta Selektif Kirim TKI Asal Brebes

Brebes - Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE meminta kepada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (dinsosnakertrans) Kabupaten Brebes selektif dalam mengirim TKI dan TKW asal Brebes. Pasalnya, akan berakibat buruk pada TKI itu sendiri bila yang dikirim adalah tenaga yang tidak berkualitas. Hal tersebut disampaikan Bupati usai apel pagi di Dinsosnakertrans dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) (21/3). Menurut Bupati, nasib tragis para TKW asal Brebes antara lain akibat rendahnya kualitas TKW seperti pengetahuan budaya, bahasa, ketrampilan dan lainnya. Meski diakui devisa yang dikirim ke Brebes cukup banyak untuk pembangunan Brebes. “Kita harus selektif mengirim TKW,” katanya. Pemahaman bekerja di luar negeri harus dijelaskan secara gamblang akan peluang dan tantangan yang nantinya dihadapi para pekerja luar negeri. Untuk itu, pembekalan yang matang harus terus diupayakan. Selain itu, lanjutnya, peran Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) dalam mendidik TKW juga menjadi tanggung jawabnya. Sebab mayoritas pemberangkatan TKW mayoritas melalui jasa PPTKIS. Bupati juga meninjau ruang info kerja yang bisa diakses oleh para pencari kerja terutama yang hendak bekerja di luar negeri. Dari info kerja itu, bisa didapatkan informasi secara aktual dan legal. Kepada para petugas sosial, Bupati memberi suport untuk terus mengabdi tanpa pamrih. Sebab masyarakat kita masih sangat membutuhkan pekerja sosial dari masyarakat itu sendiri seperti Koordinatan unit pengelola Program Keluarga Harapan (UP PKH), Tenaga Kesejahteraan Tingkat Kecamatan (TKSK). Dalam mendata dana santunan kematian, juga harus selektif. Karena jangan sampai yang kaya malah terdaftar sehingga bisa overlapping. “Memang dana santunan kematian ada, tetapi jangan sampai overlapping akibat kekeliruan pendataan,” kata Bupati. Diakui oleh Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disduknakertrans Kab Brebes Wiryawa Hadi SH, TKW asal Brebes mayoritas berpendidikan rendah dan mayoritas bekerrja di sektor informal seperti Pembantu rumah tangga. Sampai akhir tahun 2012 telah memberangkatkan TKI sebanyak 1945 dan yang berpendidikan Sarjana hanya satu orang. Terbanyak berpendidikan SD sebanyak 1.027 orang, SMP (777) orang, dan SMA 140 orang. “Yang bekerja di sektor informal sebanyak 1697 sedangkan di sektor formal hanya 248 orang saja,” urai Wiryawa. (Redaksi Suaka Fm 22/03/ 2013 )

Kamis, 19 Januari 2012

KODIM 0713 GELAR PERKEMAHAN SAKA WIRA KARTIKA JAYA I.


         Perkemahan Saka Wira Kartika Jaya Sakti ke-1 yang diselenggarakan oleh jajaran Komando Distrik Militer (KODIM) 0713 Brebes Kamis (19/1) pagi tadi secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Kwarcab 1129 yang juga Wakil Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti Amd. 
                  
         Acara yang diikuti Pramuka Penegak Putra dan Putri perwakilan dari Seluruh Kecamatan Se Kabupaten Brebes tersebut diselenggarakan selama dua hari berturut turut bertempat dilapangan Candika Bumi Perkemahan Obyek wisata Malahayu dengan tema melalui Perkemahan Saka Wira Kartika Jaya 1 kita ciptakan generasi muda yang disiplin, berakhlak dan mandiri. Acara ini juga dihadiri oleh Komandan Kodim 0713 Brebes, Camat serta tamu undangan lainya.

         Bupati Brebes dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Brebes dalam Upacara pembukaan Perkemahan Saka Wira Kartika Jaya Sakti Ke-1 mengucapkan apresiasi sebesar besarnya disampaikan kepada Kodim 0713 brebes atas terbentuknya saka wira kartika jaya 1 Kodim 0713 brebes. Karena saka binaan TNI yang secara Nasional baru dibentuk pada tahun 2007 ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensinya sekaligus memberi bekal pengetahuan bela Negara.
Lebih lanjut dikatakan Melalui kelima krida di dalamnya yakni krida survival, krida navigasi darat, krida mountenering, krida pionir dan krida penanggulangan bencana diharapkan generasi muda kita mampu menjadi ksatria patriot bangsa yang setia berbakti dan menjunjung tinggi nilai luhur bangsa dan tetap menjaga keutuhan NKRI. (redaksi suakafm)

Minggu, 15 Januari 2012

RATUSAN PESERTA MERIAHKAN SEPEDA SANTAI

                      Ratusan peserta sepeda santai memperingati Hari Jadi ke-334 Kabupaten Brebes memadati alun-alun Brebes, Minggu (15/1). Peserta yang terdiri dari PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes, TNI, Polri, pelajar, komunitas sepeda Antik, komunitas sepeda Jelas, komunitas sepeda Ploen dan masyarakat umum di kota Brebes tampak antusias mengikuti sepeda santai dengan rute Star/Finish di alun-alun dan menembus jalanan Terlaangu dan Kalimati melewati Stadion Karangbrahi Brebes ini.
Bupati Brebes H. Agung Widyantoro, SH, MSi beserta ibu, Wakil Bupati Brebes Hj, Idza Priyanti, AMd. beserta suami, Kapolres Brebes, Kasdim Brebes dan sejumlah pejabat di Pemkab Brebes turut serta membaur dengan peserta sepeda santai yang lain. 
Bupati Brebes H. Agung Widyantoro,SH, MSi berharap dengan sepeda santai ini masyarakat Kabupaten Brebes lebih sehat dan mencintai Brebes. “Dengan prinsip didalam badan yang sehat, terdapat jiwa yang sehat”, kata Bupati.

Sepeda santai ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi ke-334 Kabupaten Brebes. Pada tahun 2012 ini kegiatan fisik dan olahraga akan dipusatkan alun-alun Brebes. Selain sepeda santai, kegiatan kesehatan sosial lainnya juga telah diadakan dengan meriah. Pada saat yang bersamaan, di Pedopo tengah digelar grand final turnamen catur dengan menghadirkan pecatur nasional Utut Adianto.(redaksi suakafm).

Rabu, 04 Januari 2012

BUPATI SERAHKAN BANTUAN BENCANA BANJIR

Dipenghujung tahun 2011, Kabupaten Brebes mendapat bencana yang bertubi-tubi. Setelah puting beliung yang melanda desa Bulusari Kecamatan Bulakamba, giliran banjir bandang yang merendam 16 desa di 4 kecamatan. Bencana yang diakibatkan oleh jebolnya tanggul kali ciapit di Tanjung mengakibatkan kerugian Rp 18.834 Milyar, 7.858 rumah rusak dan 1.183 hektar sawah dan tambak turut tenggelam Jumat malam

Menghadapi situasi tersebut, pemerintah Kabupaten Brebes cepat tanggap dengan mengambil langkah-langkah penanganan kongkrit dengan menggandeng berbagai pihak agar tidak terjadi korban. Evakuasi korban pun dilakukan secara serius, termasuk bantuan logistik langsung diserahkan di lokasi bencana.
Bupati Brebes H Agung Widyantoro langsung meninjau lokasi bencana Sabtu (31/12) pagi. Bupati menyapa satu-persatu warga korban bencana yang masih bertahan di rumahnya masing-masing. Juga membantu mengevakuasi warga yang jompo dan sakit di lokasi bencana.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan logistik kepada warga korban bencana. Khusus untuk bantuan korban banjir, diserahkan bantuan logistik untuk kecamatan Tanjung di desa Luwung Bata 1 ton beras, lemah abang 1 ton beras, tanjung 4 kwintal dan 4 dus sarden, 2 dus minyak goreng.
Untuk Kecamatan Losari, di desa Kecipir diserahkan 1,5 ton beras, 2 dus sarden dan 10 dus mie instans. Di Kecamatan Banjarharjo 1 ton beras dan di Kecamatan Kersana 800 kg beras. “Bantuan ini baru sementara, bila kekurangan tinggal bilang sama pa Kades atau pa Camat. Nanti di drop lagi,” ujar Bupati.
Bupati juga langsung melaporkan kejadian tersebut beserta kerugian yang diderita warganya dengan menelpon Gubernur.

Pusat Posko Bencana Banjir Brebes langsung didirikan di area Parkir Hotel Dian Jaya Tanjung. Dandim 0713 Brebes Abu Hanifah, Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah Brebes Drs Supriyono dan Kepala Kantor Kesbangpolinmas Drs Rais Khana MM terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Sementara posko-posko lain seperti kesehatan, pengungsian telah berdiri di 8 titik. 

Kamis, 22 September 2011

BREBES OPERASIKAN 5 MOBIL INTERNET UNTUK MASYARAKAT

                       Peringatan Hari Perhubungan Nasional Tahun 2011 di tingkat Kabupaten Brebes, Kamis (22/9) pagi ditandai dengan peluncuran Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) oleh Bupati Brebes, H. Agung Widyantoro, SH.M.Si.
“Mobil Pintar Internet” ini adalah bantuan dari Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatikan (BP3TI), Kementerian Komunikasi dan Informatika dimana Kabupaten Brebes mendapatkan 5 unit. Menurut Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Brebes, H. Sutriyono, SH.MM, mobil ini nantinya akan disebar di 5 eks-kawedanan dan akan melayani masyarakat di masing-masing wilayah tersebut.
Sutriyono menyampaikan bahwa nantinya mobil ini akan beroperasi mulai pukul 8 pagi hingga malam hari. Sedangkan giliran tiap kecamatan akan menyesuaikan jadwal yang telah disusun. “Prinsipnya, mobil ini akan melayani kebutuhan berinternet murah bagi masyarakat. Meskipun hingga larut malam,” ujar Sutriyono.
Mobil internet ini memiliki berbagai fasilitas, di antaranya 6 buah laptop, 1 buah printer, 1 buah layar LCD, genset  1 buah server, hingga sound system.
“Jadi, mobil ini akan bisa menjangkau hingga pedukuhan atau pelosok desa di wilayah Kabupaten Brebes bahkan daerah blankspot, karena mobil internet ini dilengkapi alat seamacam parabola untuk menangkap sinyal internet terdekat ,” tambah Sutriyono. Selain itu mobil ini juga dilengkapi dengan fasilitas hotspot, sehingga jika laptop yang disediakan dirasa masih kurang, masyarakat di sekitar keberadaan mobil bisa menggunakan fasilitas hotspot ini.
Sementara itu, Bupati Brebes, H. Agung Widyantoro, SH.M.Si menyambut gembira adanya MPLIK ini. Karena akan membantu percepatan peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Brebes.
“Bila perlu, mobil ini juga ditambahi fungsi lainnya yang dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat,” ujar Bupati. Bupati juga berharap masyarakat dapat memaksimalkan fasilitas mobil pintar internet ini, sehingga dapat lebih membuka wawasan dan pengetahuan. “Apalagi, mobil internet ini telah mengusung semangat berinternet murah dan sehat,” tambah Bupati.
Masyarakat memang bisa menggunakan fasilitas internet pada mobil internet ini dengan harga yang relatif terjangkau, yaitu Rp. 1.000/jam. Sedangkan teknologi yang digunakan juga sudah mendukung internet sehat, dimana konten pornografi atau kekerasan tidak bisa diakses. (redaksi suaka fm)

Rabu, 21 September 2011

1082 SISWA TIDAK MAMPU TERIMA BANTUAN

                Bupati Brebes H. Agung Widyantoro SH Msi Rabu (21/09) bertempat di aula SMP Negeri 2 Songgom menyerahkan bantuan uang senilai masing-masing Rp.360.000,- untuk 1082 siswa tidak mampu se-Kecamatan Songgom. Secara khusus Bupati berpesan pada para penerima  bantuan khususnya orang tua siswa agar menggunakan uang ini untuk pendidikan anak-anak.  Jangan sampai digunakan untuk keperluan lain, apalagi yang sifatnya konsumtif.
                Bupati bahkan meminta janji dan ” mewanti-wanti ”  pada para orang tua siswa agar benar-benar memanfaatkan bantuan yang diterima untuk membeli barang yang ada kaitannya dengan pendidikan anak. ” Manfaatkan untuk membeli buku, alat-alat tulis, tas sekolah ataupun sepatu sekolah. Selain itu, kalau memang benar-benar diperlukan, orang tua boleh memanfaatkannya  untuk membeli sepeda, asalkan memang sepeda itu dibutuhkan anak-anak untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah, sehingga mereka tidak perlu berebut lagi untuk naik kendaraan umum disamping bisa meringankan beban ekonomi orang tua ” , kata Bupati.
Lebih jauh Bupati menyampaikan pendidikan tidak dapat terlepas dari kesejahteraan ekonomi keluarga. Untuk itu Bupati berharap khususnya pada para orang tua agar merencanakan kehidupan rumah tangganya sebaik mungkin. ” Saya harap, setiap keluarga untuk aktif Ikut KB. 2 anak lebih baik. Dengan jumlah tanggungan yang tidak terlalu berat, saya yakin orang tua akan lebih mampu dalam memberikan pendidikan untuk anak ”, lanjut Bupati. Sebelumnya secara terpisah Bupati juga menyerahkan bantuan yang sama pada 1239 siswa tidak mampu yang ada di kecamatan Jatibarang. (redaksi suaka fm)

Selasa, 20 September 2011

HALAL BI HALAL DINHUBKOMINFO KAB.BREBES

                    Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Brebes Selasa pagi di gedung Korpri Brebes menggelar acara silaturahmi dan halal bi halal yang dihadiri oleh Staf ahli Bupati bidang Ekbang, Kepala Dinhubkominfo,beserta seluruh jajaran Karyawan dan karyawati, Dharmawanita Persatuan Dinhubkominfo, serta Manager Radio Swasta yang ada di Kabupaten Brebes.
                   Bupati Brebes H. Agung Widyantoro, SH. MSi dalam sambutanya yang dibacakan oleh Staf ahli bidang Ekbang Ir. Budhiarso dwi Hartono mengatakan budaya pulang kampung yang ada di Negara Indonesia, bagi jajaran dinas perhubungan menjadi satu tugas Khusus dan tersendiri dalam mempersiapkan pelayanan dan kenyamanan bagi masyarakat pemudik, terutama dalam bidang transportasi baik darat, laut maupun udara.

      Dalam kesempatan tersebut Bupati Brebes menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas kerja keras dari jajaran dinas perhubungan kabupaten brebes, yang selama musim mudik kemarin menggelar pos – pos pemantauan dan pengamanan lebaran pada beberapa titik rawan di sepanjang jalur mudik dan balik di wilayah kabupaten brebes. Tentunya tugas ini bukanlah tugas yang ringan, mengingat jajaran Dinhubkominfo harus rela meninggalkan keluarga pada saat lebaran, demi Berbagi waktu dan tenaga, guna kelancaran dan keamanan arus mudik dan balik, yang begitu panjang melintas di kabupaten brebes. 
kepada jajaran dinhubkominfo  Bupati Brebes Berharap harap dapat meningkatkan pelayanan prima bagi masyarakat hingga menyentuh lapisan paling bawah. Hal ini tak lain berangkat dari kesadaran kita bahwa pemerintah merupakan Abdi Negara yang berkewajiban Memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Tingkatkan terus kualitas diri dan profesionalitas saudara sebagai Pegawai Negeri Sipil, demi keberhasilan pembangunan mengantarkan masyarakat pada kesejahteraan yang berkeadilan.

      Dalam acara tersebut Kepala Dinhubkominfo Sutriyono, MM memberikan bingkisan kepada tiga staf nya yang memasuki Purna tugas. Diahir acara peserta yang hadir diberikan ceramah agama yang disampaikan oleh KH. Mifbakhul munir dari petunjungan. Dilanjutkan dengan ramah tamah. (redaksi suaka fm)

Kamis, 08 September 2011

RP. 39,2 MILYAR DISALURKAN UNTUK RUMAH TANGGA MISKIN

                       Program Keluarga Harapan (PKH) yang dicanangkan Pemerintah Pusat untuk keluarga miskin, secara resmi disalurkan oleh Bupati Brebes H. Agung Widyantoro, SH, MSi dalam acara launching penyaluran dana PKH di Pendopo Kabupaten Brebes, Kamis (8/9). Dengan dana sebesar Rp. 39,2 Milyar ini ditujukan untuk 30.042 KK Rumah Tangga Miskin di seluruh Kabupaten Brebes.
Program yang diperuntukkan untuk keluarga miskin dengan syarat tertentu ini selain bertujuan untuk mengurangi angka dan memutus mata rantai kemiskinan, juga untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan perbaikan pendidikan dan kesehatan masyarakat yang sering terabaikan.
Bupati Brebes mengajak kepada seluruh Tenaga Operator dan Pendamping PKH untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat miskin dengan mencurahkan segala pikiran dan tenaga agar warga yang menjadi peserta Keluarga Harapan lepas dari kemiskinan dan menumbuhkan kemandirian ekonomi. “Program PKH ini sebagai senjata untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas, mari kita sukseskan bersama”, ajak Bupati.
Dengan PKH diharapkan RumahTangga Sangat Miskin penerima bantuan memiliki akses yang lebih baik untuk memanfaatkan pelayanan sosial dasar kesehatan, pendidikan, pangan dan gizi termasuk menghilangkan kesenjangan sosial, ketidakberdayaan dan keterasingan sosial yang selama ini melekat pada diri warga miskin.
Dalam launching penyaluran dana bantuan PKH ini, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Brebes bekerjasama dengan Kantor Pos Pemeriksa Kabupaten Brebes untuk penyaluran ke masing-masing kecamatan. Oleh Bupati, masing-masing perwakilan kecamatan secara simbolis diberikan besaran dana bantuan PKH yang akan disalurkan.
Disaksikan Kepala Kantor Pos Pemeriksa Brebes dan Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Brebes Ir. Amin Budi Raharjo, MPi, Bupati Brebes melihat proses penyaluran dana PKH untuk ibu hamil dan orang tua di lokasi acara dengan system online. Di akhir acara, Bupati Brebes menerima kenang-kenangan berupa prangko Prisma bergambar Bupati Brebes dari Kepala Kantor Pos Pemeriksa Brebes.

Minggu, 14 Agustus 2011

SHOLAWAT 3 DIMENSI HANGATKAN KOFERENSI PERS BUPATI

Suaka fm - Sholawat Tiga Dimensi menghangatkan suasana Konferensi Pers Bupati Brebes H. Agung Widyantoro, SH, MSi yang dihadiri seluruh wartawan liputan wilayah Kabupaten Brebes, Jumat (12/8) lalu. Sholawat yang dipimpin langsung Bupati Agung ini terdengar riuh hangat yang dilantunkan bersama wartawan di aula OR Setda Kabupaten Brebes.
                        
 Sholawat karya Budayawan Pantura yang juga Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Brebes Drs. Atmo Tan Sidik ini berisi cerita kehidupan masyarakat dari segala bidang profesi, termasuk profesi wartawan. Salah satu wangsalan sholawat yang sangat hangat dilantunkan adalah ''Enake dadi wartawan, sering perek karo biduan, apamaning britane dimuat nang koran, senenge ora karuan".

Kemitraan yang sudah terjalin antara Pemkab dengan insane media ini diharapkan bertambah nilai posistif dalam pembangunan.  Pembinaan wartawan yang dilakukan Pemkab Brebes bukanlah untuk mengintervensi isi berita maupun menyeragamkan berita, namun lebih pada pola kemitraan dalam pembangunan. Kondisi yang tercipta kondusif di Kabupaten Brebes ini juga tidak terlepas dari peran insan media yang member kritikan konstruktif.
                    
Dalam kesempatan itu, Bupati menyerahkan secara simbolis dana pembinaan Pemkab kepada perwakilan wartawan radio dan cetak. Tercatat dalam SK Bupati Nomor  484 / 435 Tahun 2011 Tentang Pemberian Uang Pembinaan Bagi Wartawan Yang Bertugas di Kabupaten Brebes yang berjumlah 92 orang masing-masing mendapatkan Rp.200.000,- tiap bulan.
Di akhir acara, Iqbal MYZ mantan wartawan Masakini Yogyakarta yang beralih profesi sebagai pelukis di Bumiayu memberikan kenangan karya lukis kepada Bupati Brebes H. Agung.

Selasa, 09 Agustus 2011

MENKO KESRA BERENCANA BERDIALOG DENGAN PETANI BREBES

             Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) R Agung Laksono berencana akan berdialog dengan peternak bebek dan pengusaha telor asin di kabupaten Brebes. Kedatangan Menko Kesra ke Brebes ini menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Brebes Drs. Atmo Tan Sidik direncanakan pada 19 Agustus 2011 nanti. 

“Insya Allah Menko Kesra akan berdialog dengan peternak bebek di Kecamatan Wanasari,” kata Drs. Atmo di sela-selan rapat koordinasi dengan staf ahli Handri Pasar di Kantor Gubernur Jawa Tengah Jl. Pahlawan Semarang, Selasa (9/8). Dalam rapat koordinasi tersebut, hadir mewakili Pemkab Brebes, Kabag Humas dan Protokol, Kasubag Humas dan staf Protokol Setda Kabupaten Brebes.

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Asisten III Provinsi Jawa Tengah Edi Susanto dengan didampingi Staf Ahli Menko Kesra Hardi Pasaribu dan Iwan Gunadi. Selain dari Pemkab Brebes, Pemkab Batang dan Pemkot Magelang dan Semarang ikut hadir.

            Selama di Brebes, direncanakan Menko Kesra juga akan berdialog dengan Petani bawang merah dan peninjauan PNPM drainasi di Desa Sisalam Kecamatan Wanasari. Lebih lanjut Kabag Humas dan Protokol Drs. Atmo menjelaskan kunjungan kerja Menko Kesra ini dalam rangka keliling Jawa, Sumatra dan Kalimantan untuk melihat langsung kondisi kesejahteraan rakyat Indonesia. (redaksi suaka fm)

Rabu, 27 Juli 2011

BESOK, GAJI 13 PENSIUN CAIR

        Suaka fm - Pembayaran gaji ke-13 untuk pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) akhirnya besok sudah bisa dibayarkan. Demikian disampaikan Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Jawa Tengah Drs. H. Goernito dalam acara peringatan HUT PWRI ke-49 di Pendopo Kabupaten Brebes, Rabu (27/7). “Insya Allah besok gaji ke-13 pensiunan akan dicairkan,” kata Drs. H. Goernito disambut tepuk tangan riuh peserta dari perwakilan PWRI se-Jawa Tengah.

Pencairan gaji ke-13 pensiun ini sudah dipersiapkan oleh PT Taspen Jawa Tengah, yang nantinya akan disalurkan ke masing-masing PT. Taspen di wilayah Jawa Tengah. ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan keluar. Biasanya, pembayaran gaji ke-13 pensiun berselang beberapa saat dari pembayaran gaji ke-13 untuk PNS aktif.

Lebih lanjut Ketua PWRI Provinsi Jawa Tengah menyampaikan program besar PWRI Provinsi Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir diantaranya mengusulkan kenaikan gaji pensiun yang diterima janda atau duda yang selama ini hanya 50 prosen dari gaji pensiun Suami atau Istri. Selain itu juga mengusulkan pengelolaan dana pensiun oleh PWRI seperti yang dilakukan oleh persatuan pensiun di negara sekitar ASEAN.

Bupati Brebes H. Agung Widyantoro, SH, MSi dalam sambutannya mengatakan meningkatnya jumlah anggota PWRI menandakan semakin meningkatnya angka harapan hidup masyarakat, termasuk di Kabupaten Brebes. “PWRI merupakan wadah pengabdian pensiunan PNS, TNI maupun Polri terhadap masyarakat, bangsa dan Negara. Pensiun meninggalkan karya nyata di tengah masyarakat,” kata Bupati Brebes.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Biro Bina Mental Setda Provinsi Jawa Tengah  Drs. Sunarto, MPd mengajak kepada anggota PWRI untuk Bali Deso Bangun Deso. Membangun untuk masyarakat, bangsa dan Negara.

Peringatan HUT PWRI ke-49 tingkat Jawa Tengah ini dipusatkan di Kabupaten Brebes. Peringatan ini juga dimeriahkan dengan pemberian Piagam Penghargaan dan Tanda Kehormatan Wredatama Nugraha kepada Drs. H. Hendro Martojo, MM Bupati Jepara dan Drs. H. Tafta Zani, MM Bupati Demak  serta penghargaan kepada 5 anggota PWRI yang berusia lebih dari 85 tahun 2 diantaranya dari PWRI Brebes Karnoto usia 92 tahun dan Tarkim Parto Susilo usia 94 tahun. Di kompleks pendopo juga disediakan bazaar yang menyediakan aneka produk unggulan Kabupaten Brebes. (redaksi suaka fm)

Minggu, 17 Juli 2011

BUPATI SESALKAN KEMACETAN DI JALUR PANTURA

Suaka fm - Kemacetan jalur Pantura di Kabupaten Brebes yang sudah dua bulan lebih ini tidak hanya menghambat jalur distribusi ekonomi saja, kegiatan pemerintahan pun terhambat. Terutama aktifitas Bupati Brebes H. Agung Widyantoro, SH, MSi dalam menjalankan tugas kedinasan di 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Brebes acap kali terjebak kemacetan.

Demikian juga pada hari Kamis (14/7) yang lalu, mobil dinas Bupati G 1 G terjebak kemacetan di jalan Jendral Sudirman depan Gedung Nasional Brebes, sedianya Bupati akan membuka Acara Pembinaan Pengawas Lapangan Proyek yang diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes di aula setempat.

Ketika mobil sudah tidak bisa bergerak terjebak kemacetan parah, Bupati berinisiatif mencegat sepeda motor yang sedang mencari jalan di celah kendaraan yang berhenti. Dengan membonceng sepeda motor tersebut, akhirnya Bupati sampai juga di tempat acara.
“Saya terpaksa mencegat sepeda motor yang lewat, karena macet,” kata Bupati dihadapan peserta dari kalangan PNS dan pelaksana proyek tersebut.

Bupati menyesalkan kemacetan yang terjadi di jalur Pantura maupun jalan lain di Kabupaten Brebes akibat perbaikan jembatan Pemali dan perbaikan jalan lain. Pergerakan dari satu lokasi ke lokasi yang lain begitu terhambat. Jangan rakyat yang dijadikan korban dengan aktifitas proyek yang kurang perencanaan terpadu ini.
“Kalau pemborong tidak mempunyai modal, jangan minta proyek,” tegas Bupati. Ketika membongkar jembatan Pemali, seharusnya material yang pabrikasi sudah selesai, sehingga pelaksanaannya tidak banyak waktu yang terbuang hanya untuk menunggu material pabrikasi.

Seusai memberi pengarahan kepada pengawas lapangan proyek yang dihadiri Staf Ahli Kesra, Kepala DPU Brebes, Kabag Pembangunan Sektda Brebes, Bupati kembali membonceng sepeda motor melanjutkan perjalanan sampai akhirnya kembali terjebak macet dan memilih jalan kaki ke lokasi mobil dinas yang terparkir di samping kantor PLN lama. (redaksi suaka fm)

Selasa, 05 Juli 2011

1.206 ANAK YATIM TERIMA SANTUNAN

Santunan untuk 1.206 anak yatim piatu dari 22 Desa di Kecamatan Losari diberikan oleh Bupati Brebes H. Agung Widyantoro, SH, Msi yang dipusatkan di halaman Balai Desa Bojongsari Kecamatan Losari, Senin (5/7) kemarin. Selain anak yatim piatu, diberikan juga bantuan sembako untuk 1650 orang kurang mampu. 
                 
Pemberian santunan anak yatim piatu dan warga kurang mampu ini sebagai implementasi Pemkab Brebes dalam mewujudkan Visi dan Misi Kabupaten Brebes yang maju, sejahtera dan berkeadilan.
                  
Bupati Brebes dalam sambutannya mengajak kepada warga masyarakat untuk bangkit bersama membangun keluarga yang sejahtera. ”Ibu-ibu tetap jaga semangat kerja dan jangan lupakan didik anak dan keluarga,” ajak Bupati Brebes.
                 
Dalam acara santunan tersebut, Bupati Brebes berdialog langsung dengan perwakilan anak yatim dan warga kurang mampu. Dalam dialog tersebut, beberapa warga sudah sejak lama menggunakan alat kontrasepsi KB, ada pula yang tidak pernah menggunakannya. Bupati Brebes kembali mengajak masyarakat untuk menyukseskan porgram KB di Kabupaten Brebes. (redaksi suaka fm)

13 KELOMPOK USAHA TERIMA ALAT INDUSTRI KECIL

                       Sebanyak 13 kelompok usaha bersama menerima bantuan alat industry kecil  dari Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan di halaman Balai Desa Kedungneng, Kecamatan Losari, Selasa (5/7) kemarin.

Bupati Brebes H. Agung Widyantoro, SH, MSi menyerahkan langsung kepada masing-masing ketua kelompok usaha bersama yang terdiri dari industri kecil perbengkelan sepeda motor, perbengkelan listrik, pertukangan kayu, tambal ban, tahu, tempe, keramik  dan kue-kue dari Kecamatan Losari, Tanjung, Ketanggungan, Kersana dan Banjarharjo.

Dalam penyerahan bantuan alat industri kecil di Kecamatan Losari dan sekitarnya ini, diserahkan sejumlah tabung kompresor, mesin penggiling kedelai, mesin pemecah kedelai, mesin bubut, alat tambal ban, las listrik, dan alat perbengkelan lainnya. Beberapa waktu yang lalu, Dinperindag Kabupaten Brebes telah menyalurkan bantuan alat produksi kepada para pengusaha tapioka, batik Salem, serta pengusaha tahu.

Setelah acara penyerahan bantuan, Bupati Brebes beserta rombongan meninjau bangunan Taman Kanak-kanak (TK) dengan luas bangunan 8,5 x 9 meter proyek PNPM Kecamatan Losari di komplek Balai Desa Kedungneng dengan total nilai proyek Rp. 80, 7 juta dana PNPM dan Rp. 2,5 juta dari swadaya masyarakat. (redaksi suaka fm)

MAHASISWA UGM DAN IPB KKN DI BREBES

Sebanyak 126 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Ekologi Manusia serta 24 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Senin (4/7) pagi mengikuti kegiatan pembukaan Kuliah Kerja Profesi dan KKN – PPM di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Brebes.  Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Brebes H Agung Widyantoro SH MSi ini dihadiri pula oleh sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes dan perwakilan dari IPB dan UGM. Para Mahsiswa ini nantinya akan ditempatkan di beberapa Kecamatan di kabupaten Brebes diantaranya di Kecamatan Tanjung, Sirampog, Banjarharjo dan Paguyangan.  
           
Bupati Brebes H Agung Widyantoro SH MSi dalam sambutannya menyampaikan Mahasiswa dan dunia pendidikan perguruan tinggi merupakan masyarakat yang memiliki tradisi kelimuan dan keilmiahan. Karenanya, mahasiswa diharapkan dapat memberikan konstribusi melalui berbagai konsep dan kajian teori yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah daerah sangat membutuhkan masukan dan kontribusi produktif dari kalangan intelektual khususnya dalam mewujudkan sasaran pembangunan. Kuliah Kerja Nyata ini merupakan salah satu bentuk konkrit mahasiwa dalam menggali ilmu dan potensi yang ada dalam kehidupan masyarakat secara langsung. Dengan terjun langsung ke masyarakat diharapkan akan ada sinergi positif antara teori keilmuan yang ditempuh dibangku perguruan tinggi dengan praktek yang ada di lapangan. Namun Bupati juga berpesan hendaknya mahsiswa juga cepat beradaptasi dengan kondisi dan pergaulan lingkungan masyarakat sekitar. Junjung tinggi adat dan kebiasaan yang menjadi norma dalam masyarakat agar mampu terjalin hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan warga sekitar.

Sementara itu perwakilan dari IPB dan UGM Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M. Agr dan Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang telah terjalin selama ini antara Pemerintah Kabupaten Brebes dan kedua Institusi Pendidikan, semoga di tahun-tahun mendatang kerjasama positif ini bisa terus ditingkatkan dan dimaksimalkan, KKN sendiri selain menjadi bagian dari mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa untuk mencapai kelulusan juga merupakan manifestasi penerapan tridharma perguruan  tinggi yang mengedepankan pendidikan, penelitian serta pengabdian pada masyarakat. (redaksi suaka fm)

Senin, 04 Juli 2011

KOMODITAS PERTANIAN ALTERNATIF

Kendati masih lekat dengan daerah penghasil komoditas bawang merah terbesar di Indonesia, Kabupaten Brebes ternyata juga memiliki prospek agribisnis untuk komoditas lainnya. Karenanya Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Brebes tengah mengupayakan penyiapan sumber daya manusia. Sebanyak 20 orang akan dikirim untuk mengikuti pelatihan magang di Organization Industrial Culture Advichement (OISCA) Jepang di Kabupaten Karanganyar.
Kepala Bidang Agrobisnis Dinas Pertanian dan Holtikultura Gatot Rudiono saat ditemui, Senin (4/7) menjelaskan pihaknya telah mengirimkan petani-petani ke OISCA sejak 2008. Hal itu untuk memberikan pelatihan kepada petani tentang prospek agribisnis yang bisa dijadikan alternatif penghasil ekonomi. Itu, karena secara geografis maupun demografis Kabupaten Brebes merupakan daerah agraris yang strategis dengan aneka jenis pertanian.
"Alhamdulillah petani di Kabupaten Brebes sudah mulai mencoba komoditas lain. Bahkan sudah bisa mengekspor ke luar negeri, seperti melon merah, terung ungu, dan jagung manis. Mereka ini rata-rata alumni dari OISCA," ujarnya.
Selain bawang merah, produk pertanian lainnya juga memiliki daya saing tinggi di pasaran nasional maupun global. Bahkan melon merah, katanya, sudah diekspor sebanyak 10,2 ton lebih dan 15 ton lebih jagung manis ke luar negeri. “Meski masih pasang surut, ini tentu menjadi prospek yang cerah bagi dunia dan pelaku usaha tani di Kabupaten Brebes agar tidak semata-mata menggantungkan pada bawang merah saja. Kita tentu akan berikan pembinaan agar hasil pertanian semakin berkualitas dan diterima negara lain,” ujarnya.
Menurut Gatot, dengan dibukanya kran ekspor hasil pertanian ini akan mampu mendongkrak penghasilan ekonomis petani. "Yang jelas kesejahteraan petani bisa meningkat karena harga jual di luar di pasar internasional lebih tinggi dibanding di pasar lokal. Bahkan, harga jual di Singapura mencapai dua kali lipat ketimbang harga dalam negeri," terangnya. (redaksi suaka fm)